Where’s the Empathy?

Setelah ramai dengan berita sexual abuse yang dialami oleh seorang anak TK, dunia social media kembali diramaikan oleh postingan seorang wanita bernama Dinda di Path-nya tentang kekesalan dia memberikan tempat duduknya di kereta kepada seorang ibu hamil. Waktu baca ini, gw gak terlalu kaget sih karena selama menggunakan transportasi umum sudah sering gw mengalami sendiri.

Empati di kalangan pengguna jasa transportasi umum di Jabodetabek sudah sangat kurang. Waktu hamil Adel, gw pernah gak dapat duduk pas mau pulang ke rumah. Padahal itu gw naik feeder bus perumahan dan tidak ada satu orang pun ngasih gw tempat duduk. Jadi gw duduk di tangga bis sama salah satu penghuni perumahan juga yang pengguna setia feeder juga sama seperti gw waktu itu. Ibu itu kesal juga gw gak dikasih tempat duduk tapi ya sudahlah gw pikir gw juga masih kuat jadi gak mau ribut-ribut.

Waktu hamil Reno, sudah jarang naik feeder bus perumahan, sekarang beralih ke kereta waktu berangkat ke kantor. Gw selalu memilih untuk naik gerbong umum bukan gerbong khusus wanita. Karena sudah jadi rahasia umum di gerbong wanita malah lebih pada galak dan tidak berempati mungkin karena merasa sama-sama wanita jadi gak ada yang mau ngalah. Jadi ya gw milih di gerbong lain dan nyari kursi prioritas yang kosong atau yang diduduki oleh orang yang gak berhak. Ada yang begitu lihat perut buncit gw langsung inisiatif berdiri tapi ada juga yang harus ditegur untuk memberikan kursinya ke gw. Walaupun begitu gw pernah beberapa kali ketemu sama ibu-ibu yang bantuin negur orang yang duduk di kursi prioritas untuk memberikan kursinya ke ibu hamil atau orang tua atau ibu-ibu yang bawa anak kecil. Dan kadang-kadang ada petugasnya juga yang bantu mintain kursinya. Tapi semestinya ada kesadaran lah yaa kalau kursi prioritas emang hak nya orang tua, ibu hamil, orang cacat dan ibu yang membawa anak. Kalau duduk disana yang resikonya kalau ada yang lebih berhak tentu akan diminta berdiri. Suatu waktu juga ada wanita muda duduk di kursi prioritas di sebelah gw yang sedang hamil dan gak lama ada ibu hamil lagi masuk ke gerbong itu. Otomatis diminta berdiri yang sedang gak hamil. Awalnya wanita ini beralasan kalau dia capek jadi dia gak mau kasih kursinya.
Hmm egois banget yaa alasannya. Lama-lama karena didesak terus oleh penumpang lain, dia dengan terpaksa memberikan kursinya dan pindah ke gerbong lain sambil ngedumel.

Pernah waktu kereta telat datang, gw udah ancang-ancang untuk antri masuk kereta ada seorang bapak-bapak bilang ke gw gak usah ikutan antri karena kan lagi hamil ntar minta aja tempat duduk. Tapi gw merasa kurang nyaman kalau harus minta gitu walaupun emang sudah hak gw ya harusnya. Mendingan gw coba masuk lebih dulu aja jadi bisa langsung dapat tempat duduk.

Yang agak sadis waktu gw naik bis APTB ke Bekasi. Perut gw udah lumayan keliatan tapi pas naik bis tidak ada yang kasih tempat duduk, malahan ada bapak-bapak nyuruh gw manjat ke balkon belakang aja untuk duduk disana. Dalam kondisi tidak hamil gw sih gak masalah disuruh manjat ke belakang tapi ini lagi hamil ya gw ngeri lah kenapa-napa manjat-manjat di dalam bis yang sedang jalan gitu. Sampai mau gak mau gw harus ngomong ke bapak itu kalau gw lagi hamil barulah dia yang manjat ke belakang dan kursinya dikasih ke gw. Apa mungkin gw gak keliatan hamil gitu?

Menyedihkan banget emang kondisi masyarakat kita. Empati sudah sangat minim, semua mementingkan diri sendiri tanpa memikirkan orang lain. Merasa diri sendiri yang paling capek, paling susah jadi gak mau mikirin orang lain. Semoga gw bisa mendidik anak-anak gw jadi orang yang bisa berempati kepada orang lain apalagi ke ibu hamil, orang tua, orang cacat, ibu dengan anak, yang kondisinya tentu lebih lemah dari kita.

Iklan

2 respons untuk ‘Where’s the Empathy?

  1. Sebenernya kalau fasilitas transportasi cukup dan edukasi ditingkatkan, gue rasa kasus2 gini ga akan kejadian deh. Masalahnya sekarang tuh emang kurang banget fasilitas umum, jadi empati manusia jg teriris cuma sekedar untuk survive.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s